

Kota Bima merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat di Pulau Sumbawa yang mempunyai peran penting dalam pendidikan, pemerintahan, perdagangan, dan jasa. Perkembangan kota berjalan berdampingan dengan kebutuhan masyarakat terhadap sumber daya manusia yang memiliki pendidikan dan keterampilan semakin baik.
Perhatian terhadap pendidikan dapat dilihat dari ketersediaan data pembangunan yang terus diperbarui. Badan Pusat Statistik Kota Bima menerbitkan Kota Bima Dalam Angka 2026 pada 27 Februari 2026. Publikasi tahunan tersebut menghimpun data sektoral dari berbagai pihak dan digunakan sebagai salah satu bahan pendukung perencanaan pembangunan daerah.
Profil pendidikan masyarakat juga memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi mempunyai tempat yang cukup berarti. Dalam dokumen pemerintah daerah berdasarkan data 2024, sebanyak 3.566 penduduk Kota Bima tercatat menyelesaikan pendidikan tinggi diploma, sedangkan 16.519 penduduk telah menyelesaikan pendidikan tinggi pada jenjang sarjana dan pascasarjana. Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok masyarakat dengan latar belakang pendidikan tinggi memiliki porsi yang nyata dalam struktur penduduk Kota Bima.
Pemerintah Kota Bima juga mempunyai sistem Satu Data yang menyediakan berbagai dataset pendidikan. Dataset tersebut mencakup jumlah siswa, guru, rombongan belajar, satuan pendidikan, hingga kondisi ruang kelas pada beberapa jenjang. Kehadiran sistem data tersebut memperlihatkan bahwa informasi pendidikan menjadi bagian dari kebutuhan perencanaan layanan publik.
Di tengah perkembangan tersebut, ruang belajar tidak dapat dipisahkan dari kualitas kegiatan pendidikan. Mahasiswa membutuhkan tempat untuk mengikuti kuliah, mencatat materi, membaca, mengerjakan tugas, berdiskusi, menggunakan laptop, dan mengikuti presentasi.
Dari sudut pandang pengguna, kursi menjadi furniture yang paling sering bersentuhan langsung dengan aktivitas mahasiswa. Satu kursi dapat digunakan selama berjam-jam dan oleh banyak pengguna secara bergantian.
Karena itu, Kursi Kuliah Bima perlu dilihat sebagai bagian dari sistem ruang belajar. Produk bukan hanya harus mampu memenuhi jumlah kapasitas, tetapi juga mendukung kenyamanan, stabilitas, efisiensi ruang, dan kemudahan pengelolaan.
Ruang Perkuliahan Membutuhkan Furniture yang Nyaman
Ruang kuliah mempunyai karakter berbeda dengan ruang tunggu atau ruang kerja biasa. Mahasiswa dapat duduk dalam waktu panjang dengan aktivitas yang cukup beragam.
Ketika dosen menjelaskan materi, mahasiswa dapat duduk dalam posisi tertentu. Ketika mencatat, posisi tangan berubah. Ketika menggunakan laptop, kebutuhan terhadap meja menjadi berbeda. Ketika diskusi berlangsung, posisi tubuh dan arah perhatian dapat berubah lagi.
Karena itu, kenyamanan kursi tidak dapat ditentukan hanya dari bentuk visual. Dudukan, sandaran, meja, ruang kaki, rangka, dan ukuran keseluruhan perlu dipertimbangkan sebagai satu kesatuan.
Dudukan merupakan komponen yang menerima beban utama tubuh. Lebar, kedalaman, dan tinggi menjadi tiga bagian yang sangat menentukan.
Dudukan terlalu sempit dapat membuat pengguna merasa terbatas. Dudukan terlalu besar dapat meningkatkan kebutuhan area lantai setiap mahasiswa.
Kedalaman dudukan juga harus seimbang. Dudukan yang terlalu dalam belum tentu terasa lebih nyaman karena pengguna tetap membutuhkan posisi tubuh yang wajar.
Tinggi dudukan perlu dikaitkan dengan meja. Jika tinggi meja dan kursi tidak seimbang, aktivitas menulis maupun mengetik dapat terasa kurang nyaman.
Untuk pengadaan Kursi Kuliah Bima, pengujian sampel menjadi langkah penting sebelum pembelian atau produksi dalam jumlah besar.
Pengujian Langsung Sebelum Pengadaan
Sampel sebaiknya digunakan dalam kondisi yang menyerupai penggunaan sebenarnya.
Mahasiswa dapat duduk selama beberapa waktu, mencoba menulis, membaca, menggunakan laptop, dan mengubah posisi kaki.
Cara ini membantu menemukan masalah yang mungkin tidak terlihat dari katalog.
Misalnya, ukuran dudukan terlihat baik tetapi ternyata meja terlalu tinggi. Atau meja cukup luas tetapi ruang kaki terlalu sempit.
Dengan pengujian langsung, keputusan pengadaan menjadi lebih terukur.
Sandaran untuk Perkuliahan Berdurasi Panjang
Sandaran mempunyai fungsi memberikan dukungan kepada tubuh ketika pengguna duduk dalam waktu cukup lama.
Bentuknya tidak harus rumit. Yang penting adalah proporsi antara sandaran dan dudukan.
Sandaran terlalu rendah dapat memberikan dukungan terbatas. Sandaran terlalu besar dapat meningkatkan dimensi produk dan mengurangi efisiensi ketika beberapa unit disusun berdekatan.
Material sandaran juga perlu mempertimbangkan kebersihan karena satu kursi dapat digunakan oleh banyak mahasiswa.
Meja Tulis sebagai Pendukung Aktivitas Akademik
Mahasiswa membutuhkan area kerja di depan tempat duduk. Buku, catatan, laptop, tablet, dan alat tulis dapat digunakan dalam satu sesi.
Meja tulis harus cukup luas untuk kebutuhan utama tanpa membuat seluruh produk menjadi terlalu besar.
Meja terlalu kecil dapat mengganggu aktivitas. Meja terlalu besar dapat mengurangi kapasitas ruang.
Dalam praktiknya, ukuran meja perlu mengikuti karakter aktivitas pengguna.
Tinggi meja mempunyai hubungan langsung dengan tinggi kursi.
Meja terlalu tinggi dapat membuat posisi tangan dan lengan menjadi kurang nyaman. Meja terlalu rendah juga dapat mengganggu kegiatan menulis.
Karena itu, kursi dan meja perlu diuji sebagai satu set.
Pengguna harus dapat mencoba menulis dan mengetik sebelum spesifikasi ditetapkan.
Kestabilan Meja
Meja yang luas tidak akan maksimal jika mudah bergerak.
Ketika mahasiswa menulis atau mengetik, tekanan tangan diteruskan pada permukaan. Laptop dan buku juga menambah beban.
Sambungan meja dengan rangka harus stabil untuk penggunaan normal.
Pada pengadaan banyak unit, pemasangan meja juga perlu mempunyai standar yang sama agar tidak terdapat perbedaan kualitas antarproduk.
Ruang Kaki dan Kebebasan Bergerak
Ruang kaki menjadi detail yang sering dianggap kecil, padahal pengaruhnya terasa dalam penggunaan jangka panjang.
Mahasiswa perlu dapat mengubah posisi kaki selama kegiatan perkuliahan.
Rangka bagian bawah yang terlalu besar dapat membatasi ruang gerak.
Dalam sesi belajar panjang, pembatasan ruang kaki dapat mengurangi kenyamanan pengguna.
Karena itu, struktur perlu dirancang dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kekuatan dan keleluasaan.
Material Rangka dan Kualitas Konstruksi
Besi dapat digunakan sebagai material rangka furniture pendidikan apabila profil, ukuran, ketebalan, dan konstruksinya sesuai dengan kebutuhan.
Namun, material saja tidak menentukan kualitas.
Dua produk sama-sama menggunakan rangka besi dapat memiliki tingkat kestabilan berbeda karena rancangan profil, posisi penguat, distribusi beban, serta sistem sambungan yang berbeda.
Karena itu, pembeli sebaiknya meminta spesifikasi secara jelas sebelum menentukan pilihan.
Distribusi Beban pada Furniture
Dudukan menerima beban tubuh. Sandaran menerima tekanan. Meja menerima buku dan perangkat digital.
Seluruh beban tersebut diteruskan melalui rangka menuju kaki dan lantai.
Karena itu, setiap komponen perlu bekerja secara seimbang.
Dudukan yang sangat kuat tidak cukup apabila sambungan rangka kurang baik. Meja yang stabil juga tidak cukup apabila struktur kaki tidak mampu menjaga kestabilan.
Sambungan sebagai Titik Penting
Pada konstruksi las, kualitas sambungan perlu konsisten. Pada bagian yang menggunakan baut, sistem pengikat harus sesuai dengan rancangan.
Kursi kuliah digunakan berulang kali. Mahasiswa duduk, berdiri, menggeser, menarik, dan bersandar.
Aktivitas tersebut memberikan beban berulang pada struktur.
Karena itu, sambungan perlu diperhatikan sejak proses produksi.
Kontrol Kualitas untuk Banyak Unit
Kampus biasanya membutuhkan furniture dalam jumlah cukup banyak.
Satu ruang dapat memerlukan puluhan unit, sementara sebuah institusi dapat mempunyai beberapa ruang kuliah.
Kualitas satu unit tidak cukup menjadi ukuran.
Ukuran dudukan, posisi meja, sandaran, rangka, sambungan, dan finishing perlu memiliki standar yang jelas agar seluruh produk konsisten.
Material dapat diperiksa setelah dipotong. Rangka diperiksa setelah disambung. Meja diperiksa setelah pemasangan. Finishing diperiksa sebelum pengiriman.
Pemeriksaan bertahap membantu masalah ditemukan lebih awal.
Untuk pesanan besar, pemeriksaan acak pada beberapa unit dapat dilakukan sebagai tambahan kontrol.
Finishing untuk Tampilan dan Pemeliharaan
Finishing memberikan karakter visual sekaligus membantu perlindungan permukaan.
Kampus dapat memilih warna sesuai identitas institusi atau konsep ruang.
Namun, finishing juga perlu mudah dirawat.
Debu, kotoran, sentuhan, dan gesekan merupakan hal normal pada furniture pendidikan.
Permukaan yang mudah dibersihkan membantu pengelola menjaga kondisi furniture.
Keseragaman Finishing Antarunit
Puluhan kursi dalam satu ruangan sebaiknya mempunyai warna dan hasil finishing yang seragam.
Perbedaan terlalu besar dapat membuat tampilan ruang terlihat kurang rapi.
Karena itu, warna dan karakter finishing perlu ditetapkan sebelum produksi massal.
Dokumentasi spesifikasi membantu menjaga keseragaman ketika pengadaan tambahan dilakukan.
Efisiensi Ruang dan Layout
Kursi yang nyaman secara individual belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk ruang dengan kapasitas besar.
Ukuran ruang harus diketahui.
Pintu, jendela, meja pengajar, layar presentasi, papan tulis, dan jalur sirkulasi perlu diperhitungkan.
Kapasitas bukan sekadar jumlah kursi yang dapat dimasukkan.
Mahasiswa membutuhkan ruang bergerak. Dosen memerlukan area mengajar. Petugas membutuhkan akses untuk membersihkan.
Kapasitas dan Sirkulasi Harus Seimbang
Jika kursi terlalu rapat, pergerakan akan menjadi sulit.
Jika terlalu renggang, kapasitas ruang tidak dimanfaatkan dengan baik.
Karena itu, penataan perlu dicoba menggunakan beberapa unit sampel.
Jarak antarbaris dan jalur keluar masuk dapat diperiksa sebelum pengadaan diperluas.
Simulasi Layout Sebelum Pembelian Besar
Sampel dapat ditempatkan dalam beberapa baris.
Mahasiswa dapat mencoba duduk. Dosen dapat melihat area gerak. Pengelola dapat menguji akses kebersihan.
Jika ada masalah, perubahan masih dapat dilakukan sebelum semua unit dibeli.
Cara ini membantu mengurangi risiko furniture tidak sesuai dengan ruangan.
Kota Bima mempunyai ekosistem data pendidikan yang cukup luas. Satu Data Kota Bima menyediakan dataset mengenai jumlah siswa, guru, rombongan belajar, satuan pendidikan, hingga kondisi ruang kelas pada berbagai jenjang. Sistem tersebut menjadi bagian dari data sektoral pemerintah kota yang dapat digunakan untuk mendukung perencanaan.
Dokumen pemerintah daerah berdasarkan data 2024 juga menunjukkan profil pendidikan masyarakat. Penduduk dengan pendidikan sarjana dan pascasarjana tercatat sebanyak 16.519 orang, sedangkan pendidikan tinggi diploma tercatat 3.566 orang. Data tersebut memberikan gambaran adanya basis masyarakat yang mempunyai pengalaman pendidikan tinggi cukup besar.
Kondisi tersebut menjadi konteks penting bagi pengembangan fasilitas pendidikan tinggi.
Mahasiswa membutuhkan ruang yang mendukung aktivitas akademik. Furniture harus mengikuti pola penggunaan tersebut.
Kursi untuk Ruang Kuliah Reguler
Ruang kuliah reguler membutuhkan kursi yang dapat disusun secara rapi dan stabil.
Model dengan meja tulis terintegrasi dapat membantu menyediakan area kerja pribadi untuk setiap mahasiswa sekaligus mengurangi kebutuhan meja terpisah.
Ukuran perlu cukup nyaman, tetapi tetap efisien.
Kursi untuk Seminar
Ruang seminar dapat mempunyai susunan yang berbeda dari kelas reguler.
Kursi mungkin dipindahkan atau disusun ulang mengikuti acara.
Kemudahan pemindahan menjadi nilai tambah.
Namun, kestabilan tetap harus dipertahankan.
Kursi untuk Diskusi
Ruang diskusi dapat membutuhkan konfigurasi lebih fleksibel.
Mahasiswa mungkin perlu mengubah arah duduk atau membentuk kelompok.
Furniture yang praktis ditata ulang dapat mendukung kegiatan tersebut.
Namun, kemudahan gerak tetap harus disertai konstruksi yang stabil.
Pengadaan Sampel
Sampel menjadi salah satu cara paling praktis untuk mengevaluasi furniture.
Mahasiswa dapat mencoba dudukan. Dosen dapat menilai layout. Pengelola dapat melihat proses perawatan.
Pihak pengadaan dapat membandingkan produk dengan anggaran dan spesifikasi.
Beberapa aspek yang dapat diperiksa:
• Dudukan dan sandaran.
• Tinggi serta luas meja.
• Stabilitas rangka.
• Ruang kaki.
• Finishing.
• Kesesuaian layout.
Spesifikasi Perlu Didokumentasikan
Setelah sampel disetujui, spesifikasi perlu dicatat.
Ukuran, material, warna, model meja, sandaran, rangka, dan finishing dapat menjadi standar.
Dokumentasi membantu mempertahankan keseragaman.
Ketika kampus membutuhkan tambahan furniture di kemudian hari, spesifikasi lama dapat digunakan kembali.
Pengiriman Menuju Kampus
Furniture perlu dikemas dengan baik agar permukaan dan rangka terlindungi selama perjalanan.
Lokasi penerimaan juga perlu dipersiapkan.
Akses masuk gedung, koridor, tangga, titik bongkar, dan kebutuhan perakitan dapat memengaruhi metode pengiriman.
Koordinasi antara produsen dan pengelola kampus menjadi penting.
Pemeriksaan Ketika Barang Tiba
Jumlah unit perlu diperiksa.
Permukaan diperhatikan dari kemungkinan kerusakan. Rangka diperiksa. Meja diperiksa dari kestabilannya.
Pemeriksaan awal membantu memastikan furniture sesuai sebelum digunakan mahasiswa.
Perawatan Setelah Furniture Digunakan
Furniture pendidikan membutuhkan pemeliharaan rutin.
Meja dibersihkan. Rangka diperiksa. Sambungan dipantau. Dudukan dan sandaran diperhatikan.
Kerusakan ringan sebaiknya ditangani lebih awal.
Pemeriksaan Berkala
Pengelola dapat membuat jadwal pemeriksaan berdasarkan ruang.
Rangka diperiksa kestabilannya. Kaki diperhatikan posisinya. Meja diperiksa kekokohannya. Dudukan dan sandaran diamati.
Unit bermasalah dapat dicatat dan diperbaiki.
Inventarisasi Furniture
Inventarisasi membantu mengetahui jumlah furniture, lokasi, dan kondisi masing-masing unit.
Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan perbaikan maupun pengadaan tambahan.
Pengelolaan menjadi lebih teratur ketika jumlah furniture cukup banyak.
Nilai Jangka Panjang Furniture
Harga awal bukan satu-satunya ukuran.
Furniture digunakan berulang kali dan oleh banyak pengguna.
Karena itu, kenyamanan, material, konstruksi, kemudahan perawatan, dan kemampuan mendapatkan tambahan unit dengan spesifikasi serupa perlu dipertimbangkan.
Harga murah belum tentu paling ekonomis apabila furniture cepat membutuhkan penggantian.
Pengadaan yang Tepat Sasaran
Pembeli sebaiknya memulai dari kebutuhan ruang.
Berapa mahasiswa yang menggunakan ruangan? Seberapa besar ruangan? Apa kegiatan utamanya? Bagaimana pola pemakaian? Seberapa sering furniture dipindahkan?
Jawaban tersebut membantu menyusun spesifikasi lebih tepat.
Produsen dapat memberikan rekomendasi berdasarkan data tersebut.
Memilih Produsen yang Konsisten
Produsen furniture pendidikan harus mampu menjaga standar produksi dalam jumlah besar.
Kemampuan menyediakan sampel, informasi material, kontrol kualitas, produksi konsisten, dan dukungan pengiriman menjadi bagian dari kualitas layanan.
Pembeli juga perlu menyampaikan kebutuhan secara lengkap.
Komunikasi yang jelas membantu kedua pihak menghindari kesalahan spesifikasi.
Data pemerintah daerah mengenai tingkat pendidikan penduduk menunjukkan bahwa pendidikan tinggi sudah mempunyai posisi yang cukup berarti di Kota Bima. Dari data 2024, kelompok penduduk dengan pendidikan sarjana dan pascasarjana berjumlah 16.519 orang dan kelompok pendidikan diploma mencapai 3.566 orang.
Keberadaan kelompok masyarakat terdidik juga memperlihatkan pentingnya menjaga kesinambungan proses pendidikan.
Ketika pendidikan tinggi berkembang, fasilitas belajar perlu berkembang bersama.
Furniture yang digunakan mahasiswa sebaiknya mendukung aktivitas akademik secara nyaman tanpa membuat pengelolaan ruang menjadi rumit.
Mahasiswa berinteraksi secara langsung dengan kursi dan meja selama kegiatan belajar.
Kursi yang nyaman dapat membantu pengguna mempertahankan fokus pada materi. Meja stabil membantu kegiatan mencatat dan menggunakan perangkat.
Layout yang baik mendukung pergerakan.
Karena itu, Kursi Kuliah Bima perlu dilihat sebagai bagian dari pengalaman ruang belajar.
Evaluasi Berdasarkan Pengalaman Pengguna
Setelah furniture digunakan, mahasiswa dapat memberikan masukan.
Apakah dudukan nyaman? Apakah meja cukup luas? Apakah ruang kaki memadai?
Dosen dapat mengevaluasi layout.
Pengelola dapat menilai kebersihan dan perawatan.
Masukan tersebut dapat menjadi bahan pengembangan spesifikasi di masa depan.
Furniture yang Mengikuti Perkembangan Kampus
Kampus dapat berubah. Jumlah mahasiswa bisa bertambah. Ruang baru dapat dibuat. Pola pembelajaran dapat berubah mengikuti teknologi.
Karena itu, standar furniture perlu tetap terdokumentasi.
Pengadaan tambahan akan menjadi lebih mudah ketika data produk sebelumnya tersimpan dengan baik.
Dengan demikian, furniture dapat berkembang bersama kebutuhan institusi.
FAQ
Apa yang membuat Kursi Kuliah Bima nyaman digunakan?
Kenyamanan dipengaruhi oleh ukuran dudukan, sandaran, tinggi meja, ruang kaki, kestabilan rangka, serta kesesuaian furniture dengan layout ruang.
Apakah rangka besi cocok untuk kursi kuliah?
Rangka besi dapat digunakan apabila profil, dimensi, konstruksi, sambungan, dan finishing sesuai kebutuhan furniture pendidikan.
Mengapa meja tulis penting?
Mahasiswa menggunakannya untuk mencatat, membaca, dan menggunakan laptop atau perangkat digital sehingga ukuran, tinggi, serta kestabilan perlu sesuai.
Mengapa sampel perlu diuji?
Sampel memungkinkan pengguna mencoba furniture secara langsung dan membantu mengetahui masalah ukuran, kenyamanan, atau layout sebelum pembelian besar.
Bagaimana menentukan jumlah kursi?
Jumlah perlu mempertimbangkan luas ruangan, dimensi kursi, jumlah mahasiswa, jarak antarbaris, jalur sirkulasi, posisi pintu, meja pengajar, dan fasilitas presentasi.
Apakah semua ruang kampus membutuhkan model kursi yang sama?
Tidak. Ruang kuliah reguler, seminar, diskusi, dan kegiatan lainnya dapat membutuhkan model atau konfigurasi furniture berbeda.
Bagaimana cara merawat kursi kuliah?
Bersihkan meja dan permukaan secara rutin serta periksa rangka, sambungan, kaki, dudukan, dan sandaran secara berkala.
Apa yang perlu dibandingkan selain harga?
Material, konstruksi, kenyamanan, konsistensi produksi, finishing, perawatan, pengiriman, dan layanan setelah pembelian perlu dinilai bersama.
Mengapa spesifikasi perlu didokumentasikan?
Dokumentasi membantu menjaga keseragaman furniture dan menjadi acuan ketika kampus membutuhkan tambahan unit pada masa mendatang.
Kota Bima mempunyai lingkungan pendidikan yang terus berkembang dan didukung oleh sistem data pemerintah yang semakin terstruktur. Satu Data Kota Bima menyediakan berbagai dataset pendidikan yang dapat digunakan untuk memahami jumlah siswa, guru, rombongan belajar, satuan pendidikan, serta kondisi ruang kelas.
Profil pendidikan penduduk juga menunjukkan keberadaan kelompok masyarakat yang telah menempuh pendidikan tinggi dalam jumlah cukup besar. Data 2024 mencatat 16.519 penduduk menyelesaikan pendidikan sarjana dan pascasarjana, sementara 3.566 penduduk menyelesaikan pendidikan diploma.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap fasilitas belajar tidak dapat diabaikan.
Dalam konteks ruang kampus, Kursi Kuliah Bima menjadi salah satu furniture yang harus dipilih berdasarkan pengalaman penggunaan dan kondisi ruang.
Dudukan harus proporsional. Sandaran perlu memberikan dukungan. Meja tulis harus cukup untuk aktivitas akademik. Ruang kaki harus memadai. Rangka harus stabil. Sambungan harus konsisten. Finishing perlu praktis dirawat.
Pengadaan dalam jumlah besar sebaiknya dimulai dari sampel sehingga mahasiswa dan pengelola dapat menguji produk sebelum seluruh unit diproduksi atau dibeli.
Setelah spesifikasi disepakati, dokumentasi dan kontrol produksi membantu menjaga keseragaman antarunit.
Pengiriman perlu dipersiapkan berdasarkan akses lokasi, kebutuhan perakitan, serta perlindungan selama perjalanan.
Setelah digunakan, pemeliharaan rutin tetap dibutuhkan. Pembersihan meja, pemeriksaan rangka, pengecekan sambungan, serta pengawasan kondisi dudukan dan sandaran membantu menjaga furniture tetap layak digunakan.
Pada akhirnya, kursi kuliah bukan sekadar tempat duduk. Furniture menjadi bagian dari ruang akademik tempat mahasiswa belajar, mencatat, berdiskusi, menggunakan teknologi, dan mengembangkan kompetensi.
Dengan desain proporsional, material yang sesuai, konstruksi stabil, pengadaan berbasis sampel, kontrol kualitas, distribusi terencana, dan pemeliharaan rutin, Kursi Kuliah Bima dapat menjadi pilihan yang mendukung ruang perkuliahan agar lebih nyaman, fungsional, dan siap digunakan dalam jangka panjang.
Artikel - Kursi Kuliah Bukittinggi, Mendukung Kenyamanan Kampus
Kami siap membantu! Silakan hubungi kami melalui informasi di bawah.
Alamat:
Jl. Karang Asem Gardu PLN No.16A, Ploso, Kec. Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur 60133
Telepon:
+62 8113380058
Jam Kerja:
Senin–Sabtu: 08.00–16.00












Meja Sekolah | Kursi Kuliah | 0811-3380-058