


Pemilihan kursi kuliah sering dianggap sepele, padahal furnitur inilah yang digunakan mahasiswa selama berjam-jam setiap hari. Salah memilih jenis kursi—terutama antara kursi kuliah berbahan kayu dan kursi kuliah berbahan besi—dapat berdampak langsung pada kenyamanan belajar, kesehatan postur tubuh, hingga biaya perawatan kampus dalam jangka panjang.
Meja-sekolah.com merujuk pada laporan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) tahun 2023 yang menegaskan bahwa kualitas sarana belajar, termasuk kursi kuliah, berpengaruh terhadap konsentrasi dan durasi efektif pembelajaran di perguruan tinggi.
Artikel ini membahas secara mendalam perbedaan kursi kuliah kayu dan kursi kuliah besi dari berbagai sudut pandang—mulai dari struktur material, ergonomi, ketahanan, hingga efisiensi biaya—dengan pendekatan edukatif dan berbasis data.
Kursi kuliah kayu umumnya menggunakan material kayu solid atau multipleks pada dudukan dan sandaran, dengan atau tanpa kombinasi rangka logam.
Meja-sekolah.com mengacu pada penelitian Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjelaskan bahwa kayu olahan untuk furnitur pendidikan memiliki karakteristik stabil jika diproduksi sesuai standar kelembapan.
Kursi kuliah besi biasanya menggunakan rangka utama dari pipa baja atau besi hollow, dengan dudukan dan sandaran dari kayu atau plastik.
Meja-sekolah.com merujuk pada standar material logam furnitur pendidikan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mengatur kekuatan rangka terhadap beban statis dan dinamis.
Rangka besi dikenal unggul dalam menahan beban berat dan penggunaan intensif.
Meja-sekolah.com mengutip data uji beban dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung yang menunjukkan rangka besi berlapis powder coating mampu bertahan lebih lama dibandingkan rangka kayu murni.
Kayu memiliki sifat alami yang lebih hangat dan fleksibel. Kursi kuliah kayu memberikan pengalaman duduk yang lebih “natural”, terutama di ruang kelas berkonsep tradisional atau heritage.
Desain ergonomis tidak hanya ditentukan oleh bentuk, tetapi juga respons material terhadap tubuh. Merujuk pada panduan ergonomi dari International Ergonomics Association (IEA) yang menekankan pentingnya sandaran punggung dengan sudut kemiringan ideal.
Kursi kuliah kayu cenderung terasa lebih nyaman di awal, sementara kursi kuliah besi unggul dalam stabilitas jangka panjang. Ergonomi terbaik tercapai ketika rangka besi dipadukan dengan dudukan kayu berkualitas.
Kampus dengan jumlah mahasiswa besar membutuhkan furnitur tahan banting.
Meja-sekolah.com mengacu pada studi pengelolaan fasilitas Universitas Indonesia (UI) tahun 2022 yang mencatat kursi rangka besi memiliki tingkat kerusakan lebih rendah.
Kayu rentan terhadap kelembapan dan rayap jika tidak diproses dengan benar.
Meja-sekolah.com menekankan pentingnya finishing anti lembap untuk kursi kuliah kayu.
Kursi besi relatif mudah dibersihkan dan diperbaiki.
Meja-sekolah.com merujuk pada pedoman pemeliharaan aset dari LKPP RI yang menyebutkan furnitur logam lebih efisien dari sisi biaya perawatan.
Harga awal kursi kayu bisa lebih rendah, namun biaya perawatan dapat meningkat. Kampus perlu menghitung total cost of ownership, bukan hanya harga beli.
Kursi kayu unggul dalam kesan klasik dan hangat.
Meja-sekolah.com mengacu pada tren desain interior kampus yang dipublikasikan oleh Asosiasi Desainer Interior Indonesia (HDII).
Kursi besi lebih mudah dikombinasikan dengan konsep modern.
Kursi yang tidak stabil berisiko menyebabkan cedera merujuk pada standar keselamatan furnitur pendidikan dari Kemendikbudristek RI.
Kursi besi lebih mudah memenuhi uji teknis.
| Aspek | Kursi Kuliah Kayu | Kursi Kuliah Besi |
|---|---|---|
| Kekuatan rangka | Sedang | Tinggi |
| Kenyamanan awal | Tinggi | Sedang |
| Umur pakai | Sedang | Panjang |
| Perawatan | Lebih intensif | Mudah |
| Estetika | Klasik | Modern |
| Biaya jangka panjang | Variatif | Lebih efisien |
1. Mana yang lebih awet, kursi kuliah kayu atau besi?
Kursi besi umumnya lebih awet.
2. Apakah kursi kayu lebih nyaman?
Nyaman di awal pemakaian.
3. Apakah kursi besi terasa dingin?
Tidak, karena dudukan biasanya kayu.
4. Mana yang lebih ekonomis?
Besi lebih efisien jangka panjang.
5. Apakah bisa dikombinasikan?
Bisa dan sangat direkomendasikan.
Andi Saputra, S.T. adalah praktisi pengadaan furnitur pendidikan dan konsultan fasilitas kampus dengan pengalaman lebih dari 12 tahun menangani proyek sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia.
Memahami perbedaan kursi kuliah kayu dan besi membantu kampus membuat keputusan yang tepat dan berkelanjutan.
Meja-sekolah.com mengajak pengelola pendidikan untuk tidak hanya melihat harga, tetapi juga kualitas, kenyamanan, dan dampaknya terhadap proses belajar mahasiswa.
Bagikan artikel ini jika bermanfaat, tinggalkan komentar pengalaman Anda, atau kunjungi Meja-sekolah.com untuk mendapatkan rekomendasi kursi kuliah yang sesuai kebutuhan kampus Anda.
Karena proses belajar yang berkualitas dimulai dari kursi yang tepat.












meja sekolah | 0811-3380-058